Ads 720 x 90

Sering Makan Ayam Bisa Tingkatkan Risiko Kanker


Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Oxford University menghasilkan fakta mengejutkan, yakni jika kita hobi makan daging ayam, bisa jadi risiko terkena kanker meningkat. Masalahnya adalah banyak orang yang sudah terlanjur menganggap daging ayam sebagai bahan makanan yang jauh lebih sehat dibandingan dengan daging merah.
Kaitan Antara Daging Ayam dengan Risiko Kanker
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of Epidemiology and Community Health dan dilakukan oleh para ahli dari Oxford University, Inggris, setidaknya 475 ribu warga Inggris berusaia paruh baya dilibatkan dari tahun 2014 hingga 2016. Para peneliti mengecek kebiasaan makan para partisipan, termasuk kecenderungan untuk terkena penyakit. Hasilnya adalah, di akhir penelitian ada 23 ribu partisipan yang mengidap kanker.
Para peneliti menemukan kaitan antara konsumsi daging ayam dengan peningkatan risiko terkena kanker limfoma non-hodghkin, kanser yang menyerang sistem limfatik, jaringan yang ikut berperan dalam melawan berbagai macam sumber penyakit.
Tumor akibat penyakit ini berkembang dari salah satu jenis sel darah putih yang disebut sebagai lymphocytes. Kondisi ini sayangnya tidak menunjukkan gejala nyeri, namun akan menyebabkan munculnya benjolan pada leher, ketiak, atau di pangkal paha. Selain itu, kita juga akan mengalami kelelahan berlebih, demam, keringat di malam hari, gangguan pernapasan, hingga penurunan berat badan secara drastis.
Para peneliti juga menemukan adanya kaitan erat antara konsumsi daging putih layaknya daging unggas bisa memicu kanker prostat dan kanker melanoma pada pria. Sebagai informasi, kanker prostat bisa mempengaruhi fungsi produksi sperma dan pengendalian urine pada pria. Meskipun kanker ini cenderung mudah dideteksi di bisa disembuhkan jika masih belum parah, tetap saja kanker ini tidak bisa disepelekan.
Sementara itu, kanker melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit paling ganas yang bisa menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik.
Melihat fakta ini, sebaiknya memang kita lebih cermat dalam mengonsumsi daging ayam, khususnya dalam memilih daging ayam berkualitas, mengolahnya dengan cara yang tepat, sekaligus membatasi frekuensi mengonsumsinya demi mencegah datangnya masalah kesehatan.
Bahaya Terlalu Sering Makan Daging Ayam
Daging ayam memang sangat nikmat untuk dikonsumsi kapan saja. Masalahnya adalah jika dikonsumsi terlalu sering atau terlalu banyak, bisa menyebabkan dampak kesehatan yang tidak bisa disepelekan.
Berikut adalah dampak-dampak tersebut.
  1. Berpotensi Memiliki Kandungan Karsnogen
Kebanyakan daging ayam yang beredar di pasaran adalah ayam broiler yang dirawat dengan menggunakan bahan kimia. Terkadang, bahan-bahan kimia ini memiliki sifat karsinogen atau yang bisa menyebabkan datangnya kanker di dalam tubuh seperti kanker payudara, kanker nasofaring, dan lain-lain.
  1. Bisa Menyebabkan Infeksi Pada Pencernaan
Berdasarkan penelitian, disebutkan bahwa daging ayam termasuk dalam bahan makanan yang memiliki kandungan bakteri dan kuman yang berbahaya, apalagi jika tidak diolah atau dibersihkan dengan baik.
  1. Bisa Memicu Kebal Pada Antibiotik
Ayam broiler cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang jelek sehingga diberi obat antibiotik dalam jumlah yang tinggi. Masalahnya adalah obat antibiotik ini jika masuk ke dalam tubuh manusia bisa menyebabkan efek samping seperti kebal ada antibiotik. Padahal kita membutuhkan antibiotik untuk melawan atau meredakan penyakit.
  1. Kolesterol
Daging ayam, khususnya yang bagian kulitnya cenderung memiliki kadar kolesterol tinggi. Apalagi jika ayam diolah dengan cara digoreng atau diberi santan.
  1. Sakit Kepala
Meski jarang terjadi, kadang makan ayam bisa memicu sakit kepala. Hal ini dipicu oleh obat-obatan atau bahan kimia yang ada di dalam daging ayam
Sumber:
  1. Adamson, Allan. 2019. Eating Chicken Linked to Higher Cancer Risk, Oxford Study Finds. techtimes.com/articles/245275/20190908/eating-chicken-linked-to-higher-cancer-risk-oxford-study-finds.htm. (Diakses pada 9 September 2019).

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter