Ads 720 x 90

Gara-gara VPN, Saldo Rekening Wanita ini Ludes dan Lapor ke Bank, Statusnya di Whatsapp (WA) Viral

Korban akibat penggunaan aplikasi VPN (Virtual Private Network) mulai bermunculan, kali ini viral status whatsapp (WA) wanita yang ngaku saldo rekeningnya ludes gara-gara aplikasi itu
Dilansir dari Tribun Style dalam artikel 'Viral Korban Aplikasi VPN, Saldo ATM Wanita Ini Ludes Dibobol, Simak Bahaya Penggunaannya!', melalui status whatsapp (WA) wanita tu bercerita kalau saldo uang miliknya di ATM mendadak ludes seusai menggunakan VPN
Status whatsapp (WA) wanita itupun menjadi viral di media sosial facebook.
Status whatsapp (WA) wanita tersebut pertama kali dibagikan oleh pemilik akun Facebook Eneng Marya.
Ia membagikan tangkapan layar dua status WhatsApp seorang wanita bernama Marisa, Kamis (23/5/2019).
Dalam status WhatsApp itu, Marisa mengungkapkan kekesalannya karena saldo ATM-nya kosong karena menggunakan aplikasi VPN.
Ia pun memutuskan untuk melapor ke bank.
"Harus paham juga, gara-gara aplikasi itu, saldo bangkung kosong malah MIN, kda paham kenapa, ini nah hendak melapor ke BRI dulu," tulis dalam status WhatsApp.
"Astaga saldoku kodong BRI, gara-gara aplikasi VPN jar," tulisnya dalam status lain.
Lewat keterangan, akun Facebook Eneng Marya memberi keterangan tentang bahaya penggunaan VPN yang dialami rekannya.
"Dan kda nda aja yang saldo kosong gara" vpn nee ..untung kawa di lapor akan ke bank, jka nya nangis darah wara nda duit tabungan nda di atm hangusss," tulisnya menggunakan bahasa Kalimantan.
(Dan ada saja yang saldo kosong gara-gara VPN ini, untung akan dilaporkan ke Bank, jika tidak ia akan kehilangan duit di tabungan dan ATM hangus)

Postingan tersebut sontak menjadi viral, telah dibagikan hampir 4 ribu kali dan dikomentari sebanyak 512 pengguna Facebook.
Lantas, mungkinkah aplikasi VPN bisa membuat saldo rekening ludes?
Sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember Hestu Wibowo sempat mengingatkan masyarakat berhati-hati menggunakan VPN ini, terutama jika untuk bertransaksi Perbankan seperti internet banking.
Menurut Hestu, tujuan VPN adalah mengubah server dari Indonesia menjadi negara lain yang tidak diblokir Kementerian Komunikasi dan Informasi, sehingga bisa membuka semua sosial media tanpa pembatasan seperti di Indonesia.
Mengunduh VPN gratis terpapar risiko pencurian data pribadi, termasuk data perbankan.
"Untuk amannya, juga tidak urgent banget sebaiknya jangan pake VPN. Dengan teknologi sekarang ini, apa saja bisa mungkin terjadi. Yang katanya aman, bisa aja di-hack data pribadi kita," tegas Hestu.
Melansir dari laman lifehacker.co.uk peneliti dari CSIRO, UC Barkeley, UNSW Sydney, dan UCSI mengungkapkan penggunaan VPN di smartphone Anda sangat berisiko.
Terlebih lagi penelitian terbaru dari Queen Mary University of London yang dilakukan oleh Gareth Tyson, VPN berpotensi membocorkan informasi lebih dari yang Anda pikirkan.
yang ada di pasaran dan menemukan 11 diantaranya berpotensi menimbulkan kebocoran informasi pribadi.
Ia menyebutkan bahwa kebocoran yang paling sering terjadi ditemukan ketika menjelajahi website, jadi ketika Anda berinteraksi dengan situs web, tidak akan lagi seanonim yang Anda pikirkan.
Lebih lanjut website lifehacker.co.uk menghimbau pengguna VPN untuk sadar bahwa data pribadi Anda mungkin sudah tidak ‘pribadi’ lagi.
Beberapa hal negatif yang dapat terjadi jika Anda menggunakan VPN antara lain;
1. Penjualan Data Ilegal
Jika Anda menggunakan VPN secara gratis, maka Anda perlu waspada akan adanya penjualan data secara ilegal.
Dikutip dari TribunSolo dari beberapa sumber, penyedia layanan VPN gartis diduga melakukan penjualan data secara ilegal ke pihak-pihak tertentu.
Pihak-pihak tertentu tersebut seperti korporasi pengirim spam e-mail maupaun dan hacker.
2. Menggunakan IP Adress sebagai network Endpoint.
Ilustrasi (Evo-Rare.com)
Network Endpoint ini berguna untuk meningkatkan bandwith layanan VPN untuk meningkatkan kecepatan internet pemakai internet lainnya
Bahkan, beberapa sumber menyebut ada kemungkinan Network Endpoint dijual.
3. Serangan 'Man In The Middle'
Resiko lainnya saat menggunakan VPN gratis adalah munculnya man in the middle yang merupakan serangan pada sistem komputer yang saling berhubungan satu sama lain.
Penyerang muncul sebagai penengah dalam jalur komunikasi yang bertujuan untuk membaca, membajak, mencurti data, tau bahkan menyisipkan malware.
4. Potensi Data Pribadi Bocor
Ilustrasi (eurobiz.com.cn)
Menggunakan VPN secara gratis dapat menimbulkan potensi bocornya data pribadi dan IP Adress.
Hal tersebut berbahaya lantaran, jika IP Adress diketahui maka berpeluang besar menjadi target penyerangan malware dan hacker.
Banyak pula penyedia layanan VPN gratis yang didapatkan melalui iklan yang dipasang pada website mereka.
Hal tersebut membuat bahaya Adware juga bisa saja mengancam.

Sumber : tribun style






Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter